Sawah Bertambah, Tapi Petaninya Siapa?
Swasembada pangan bukan sekadar menambah sawah, tetapi membangun pertanian modern yang mampu menarik generasi baru untuk menjaga masa depan pangan Indonesia.
JAKARTA — Pemerintah terus mendorong swasembada pangan melalui optimalisasi lahan, pembangunan irigasi, penguatan produksi, serta modernisasi pertanian. Langkah ini menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan ketidakpastian pasokan global.
Tantangan berikutnya adalah regenerasi petani. Generasi muda memiliki semakin banyak pilihan pekerjaan, sehingga sektor pertanian perlu bertransformasi agar lebih produktif dan menarik.
Modernisasi melalui mekanisasi, teknologi pertanian, pengelolaan lahan berbasis data, hingga penguatan rantai pasok menjadi salah satu jawaban. Dengan pendekatan tersebut, pertanian tidak lagi identik dengan pekerjaan manual, tetapi dapat berkembang menjadi sektor usaha yang membutuhkan teknologi dan sumber daya manusia terampil.
Pengembangan kawasan pangan dan optimalisasi lahan yang dilakukan pemerintah juga diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Karena itu, swasembada pangan bukan sekadar persoalan menambah luas sawah. Tantangannya adalah membangun ekosistem pertanian modern yang mampu meningkatkan produksi sekaligus menarik generasi baru untuk menjadi bagian dari masa depan pangan Indonesia.
Sawah boleh bertambah, tetapi yang lebih penting adalah memastikan pertanian Indonesia juga ikut tumbuh.